Taktik Amorim di MU Digugat, Sama Sekali Tak Fleksibel!

2025-08-28 14:53:45 By Anthem

Manchester United mengalami kekalahan saat menghadapi Grimsby Town di ajang Carabao Cup. Taktik yang diterapkan Ruben Amorim mendapat kritik tajam karena dianggap kurang fleksibel.

 

Dalam pertandingan babak kedua Piala Liga Inggris tersebut, MU harus tersingkir melalui adu penalti dengan skor 11-12. Sebelumnya, pertandingan berakhir imbang 2-2 di waktu normal saat berlaga di Blundell Park, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB.

 

Di paruh pertama laga, Grimsby Town unggul lebih dulu lewat gol dari Charles Vernam dan Tyrell Warren, sebelum Manchester United menyamakan kedudukan melalui Bryan Mbeumo dan Harry Maguire.

 

Ruben Amorim melakukan sejumlah rotasi dalam susunan pemain inti, termasuk menurunkan Kobbie Mainoo, Ayden Heaven, Tyler Fredricson, Manuel Ugarte, dan Andre Onana sebagai starter.

 

Setelah MU tertinggal, Amorim mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan pemain-pemain utama seperti Mbeumo, Bruno Fernandes, Mason Mount, Joshua Zirkzee, serta Matthijs de Ligt. Namun pergantian itu tetap menuai kritik dari berbagai pihak.

 

Mantan pemain Crystal Palace, Jobi McAnuff, turut angkat bicara terkait taktik Amorim yang dianggap kaku.

 

“Berapa banyak dari pemain pengganti yang benar-benar berkontribusi dalam proses serangan? Matthijs de Ligt, misalnya, tidak cocok untuk fase build-up. Dengan segala hormat, seharusnya pelatih memasukkan pemain bertipe ofensif yang bisa menusuk ke kotak penalti,” ucap McAnuff di BBC.

 

Ia melanjutkan:

 

“Sungguh aneh bahwa dia begitu terpaku pada formasi dan tidak melakukan penyesuaian sama sekali, terlepas dari dinamika pertandingan. Ini menunjukkan kurangnya keluwesan dalam strategi yang diterapkannya.”