Gaya Main Alonso Bikin Courtois Jadi Lebih Sibuk

2025-08-26 12:17:09 By Anthem

Thibaut Courtois kini memiliki peran lebih rumit bersama Real Madrid di bawah arahan Xabi Alonso. Sang pelatih meminta kiper asal Belgia itu untuk berani keluar dari area amanannya dan berperan sebagai sweeper keeper.

 

Real Madrid sukses meraih kemenangan 3-0 saat bertandang ke markas Real Oviedo, Estadio Carlos Tartiere, pada pertandingan pekan kedua LaLiga, Senin (25/8/2025). Gol kemenangan Los Blancos dicetak lewat dua gol Kylian Mbappe dan satu lesakan Vinicius Junior.

 

Pola permainan yang diterapkan Alonso perlahan mulai dijalankan dengan baik oleh para pemain Madrid. Ia menekankan taktik pressing tinggi untuk menekan lawan sejak awal.

 

El Real tampil dengan garis pertahanan maju agar dapat segera merebut bola dari penguasaan lawan. Gaya bermain seperti ini juga telah diperlihatkan Madrid pada laga sebelumnya ketika mengalahkan Osasuna 1-0.

 

Skema tersebut membuat tugas Courtois menjadi lebih menantang. Ia mengaku Alonso memintanya untuk aktif meninggalkan kotak penalti ketika Madrid sedang menyerang.

 

Tujuannya adalah menyesuaikan diri dengan garis pertahanan tinggi yang digunakan tim. Kiper berusia 33 tahun ini juga diharapkan ikut terlibat dalam proses build-up serta mengantisipasi serangan balik lawan.

 

Meski demikian, Courtois tetap fokus pada peran utamanya, yakni menjaga gawang. Hal itu terbukti saat melawan Oviedo, di mana ia melakukan penyelamatan krusial di penghujung pertandingan.

 

“Pelatih meminta kami memulai dengan intensitas tinggi, memberikan tekanan ke depan, dan selalu waspada... Jika kami menekan terlalu tinggi, lawan akan kesulitan keluar dari tekanan itu. Itulah yang coba kami lakukan saat menghadapi Osasuna dan juga hari ini, sejauh ini berjalan baik. Tentu saja, mereka bisa lolos dari pressing dan melancarkan serangan balik, jadi kami harus hati-hati. Itu gaya permainan yang harus kami ikuti,” ujar Courtois kepada Real Madrid TV.

 

“Ketika melawan Osasuna, saya tak terlalu banyak bekerja. Pelatih meminta saya untuk lebih maju, saya banyak berlari, bahkan beberapa kali hampir berada di area tengah lapangan. Saya harus tetap konsentrasi sepanjang laga dan siap melakukan penyelamatan, sebab jika lawan mencetak gol, skor bisa berubah 1-2 dan kami bisa kesulitan di menit akhir. Untungnya, kami bisa menjaga clean sheet. Itu hal positif bagi seluruh tim,” jelasnya.